Senin, 26 Oktober 2020

Gabut di masa pandemi? Yuk dateng ke lantai 2 perpusnas ada yang baru loh!

 


perpustakaan adalah lembaga yang menyediakan layanan informasi kepada masyarakat, salah satunya berupa fasilitas fasilitas yang ada di perpustakaan guna menunjang layanan informasi dan layanan komunikasi untuk digunakan oleh masyarakat umum, namun beberapa perpustakaan besar karena saking banyaknya memiliki fasilitas sehingga membuat pemustaka bingung dan banyak yang tidak tahu berbagai macam layanan yang ada di perpustakan.


terutama di masa pandemi di mana beberapa layanan dan fasilitas di perpustakaan mulai beralih menjadi online, perpusnas sebagai perpustakaan bertaraf nasional tentunya memiliki berbagai macam layanan dan fasilitas. nah kali ini saya akan membahas salah satu layanan yang ada di perpusnas yaitu layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi yaitu sebuah layanan yang memberikan informasi kepada pemustaka tentang berbagai macam layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan.


Dimana saya dapat mengakses layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi? dan apa saja layanan yang diberitahukan kepada pemustaka?

layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi dapat dikunjungi di lantai 2 perpustakaan nasional, dalam layanan ini pemustaka akan diberi tahu bagaimana cara menggunakan layanan dan fasilitas yang disediakan baik online maupun offline. salah satunya E-resources yang mana baru saya ketahui bahwa perpusnas sudah lama menyediakan layanan ini. 


layanan E-resources di perpusnas dapat diakses melaui kartu perpustakaan atau jika menggunakan ipusnas dapat menggunakan email dan facebook, tidak hanya itu saya juga baru mengetahui ada layanan peminjaman ruangan di perpusnas yang dapat dipesan secara offline dan online, peminjaman zoom, dan sebagainya.

    mengikuti layanan ini saya jadi mengetahui berbagai macam fasilitas dan layanan di perpusnas yang tadinya saya tidak tahu, layanan ini rekomen banget buat kamu yang baru daftar di perpusnas atau sedang kunjungan di perpusnas.

Jam berapa Layanan ini buka? dan apakah layanan ini hanya sementara?


layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi dimulai dengan 2 sesi yaitu sesi pertama jam 10.00 pagi hingga jam 11.00 siang dan sesi kedua yaitu jam 13.30 siang hingga jam 14.30 siang. jika misalnya kalian datangnya telat jam 10.30 misalnya gak papa datang saja ke ruangan serbaguna di mana layanan ini berlangsung, pustakawannya ramah bahkan kita bisa mendapatkan snack loh lumayan buat mengganjel perut jika kalian belum makan dari rumah.


tidak hanya itu layanan ini juga dibuka secara permanen tentunya selama masa pandemi ini pengunjung atau pemustaka yang hadir dibatasi, menurut pustakawan di layanan bimbingan pemustaka walau layanan ini dibuka permanen tapi jika ada himbauan atau surat perintah dari pemerintah atau gubernur DKI  untuk menutup layanan ini tentunya perpusnas akan menutup layanan ini tetapi jika masa pandemi telah usai layanan ini kemungkinan akan dibuka kembali mengingat layanan ini telah dijadwalkan permanen. (hasil wawancara eksklusif dengan pustakawan layanan bimbingan pemustaka, video dapat dilihat di bawah)




Apakah Layanan Bimbingan Pemustaka sudah sesuai protokol? 


tentunya di masa pandemi ini layanan bimbingan pemustaka pastinya mengikuti protokol kesehatan mulai dari pustakawannya yang memakai masker, pemustaka yang datang juga memakai masker, sebelum memasuki ruangan pemustaka dapat mencuci tangannya dengan hand sanitazer, bangku bangku dalam ruangan pun dipisah secara berjauhan mengikuti protokol social distancing. 

    jadi dapat dikatakan layanan bimbingan pemustaka ini aman dan sudah sesuai protokol yang telah ditetapkan, tak usah khawatir jika nantinya akan berdempet dempetan karena dalam layanan ini telah dibatasi beberapa pengunjung saja. jika tidak kebagian tenang saja layanan ini adalah layanan permanen dan memiliki dua sesi yaitu sesi pagi dan siang.

    tapi jika kalian masih takut atau ragu ragu tenang aja karena layanan ini akan dibuka secara Online tentunya lewat media seperti zoom atau gmeet, jadi kalian yang suka di rumah aja atau males jalan jauh jauh ke perpusnas bisa mengakses layanan ini secara online, untuk versi onlinenya masih direncanakan sih tapi bakal dibikin kok jadi pantengin terus website perpusnas atau instagram perpusnas


Enjoy atau nyaman gak sih di sini?


layanan ini enjoyyy banget kok, pustakawannya ramah ramah bahkan kita bebas bertanya apa saja. gak usah malu atau takut bertanya karena justru dalam layanan ini pustakawan berharap pemustaka bertanya tentang layanan layanan yang masih kita tidak mengerti.


tunggu apalagi gais yuk daftar layanan ini disini


Video Wawancara Eksklusif :






Minggu, 04 Oktober 2020

relaksasi dengan membaca dan hobby



saya selalu suka dengan novel terutama dengan cerita yang penuh aksi ditambah dengan rasa misteri dan horror, selain suka membaca novel membuat saya menjadi relax akan masalah masalah yang menimpa saya.

 

dalam dunia novel segala hal dapat terjadi dengan kehendak penulis dan membuat oembaca penasaran dengan kelanjutan ceritanya, dari novel romantic hingga fantasi telah saya bacatermaksud novel novel wattpad yang kebanyakan diisi oleh cerita cerita romantis berbalut fantasi.

 

Karena saya bosan membaca novel roman fantasi yang kurang adegan aksinya dan malah lebih banyak adegan roman dan sex jadi saya berniat mencari cari sesuatu yang baru, di saat itulah saya bertemu dengan webnovel yaitu sebuah novel internet yang kebanyakan berasal dari asia timur.

Webnovel adalah sebuah novel yang diterbitkan atau ditulis di jaringan situs atau platform digital seperti wattpad, novelme, blog, website, dan situs online lainnya.

Selain webnovel adapula lightnovel yaitu sebuah novel dengan cerita ringan dan enak untuk dibaca oleh semua kalangan baik remaja, om om, tante-tante, bapak bapak, kakek-nenek, anak kecil, dewasa, dan berbagai gender serta profesi.

Webnovel dan lightnovel sangat berbeda seperti webnovel ditulis atau dipublikasi di internet sedangkan lightnovel diterbitkan secara nyata(walau beberapa diterbitkan secara online dalam bentuk E-book).

Lightnovel diberikan gambar illustrasi karakternya, webnovel tidak.

 

Cerita cerita dalam webnovel sangat beragam dan pembaca dapat memilih webnovel berdasarkan gender dan genre. Sedangkan cerita lightnovel tidak terlalu beragam dan mengikuti keinginan pasar yang mana kebanyakan dibaca oleh anak anak SMP hingga SMA/sederaajat.

Saya sering membaca webnovel gender laki laki karena genre tersebut sering dipenuhi aksi walau genre khusus perempuan ada yang aksinya juga namun jarang.

Apa yang paling saya benci dari Webnovel gender laki laki adalah karena kebanyakan diisi dengan cerita karakter utama bodoh dan harem, jika wattpad memiliki cerita romantis yang gak masuk diakal dan penuh kebucinan maka webnovel memiliki cerita harem dengan karakter utama yang bodoh dan mudah dimanipulasi.

 

Mungkin pembaca awal akan menikmatinya namun pembaca lama seperti saya akan muak dengan genre dan cerita mainstream seperti itu, untungnya saat itu saya menemukan webnovel bagus bernama dimensional sovereign, dari cerita webnovel jepang yang stagnan dan basi yang kebanyakan diisi dengan cerita harem dan karakter utama naif saya beralih ke novel korea dengan alur cerita jelas dan karakter dari lemah menjadi kuat, lalu webnovel china yang beberapa dipenuhi konten rasis, genosida, balas dendam, dan adegan berdarah serta bejat.

 

Dalam membaca banyak webnovel saya jadi selektif dalam memilih bacaan novel atau webnovel seperti jika ada webnovel bergenre harem saya langsung skip dan untuk novelo jika ceritanya adalah fantasi tapi ceritanya yang mana tampaknya akan dominan ke adegan romantic dan sex langsung saya skip. sayangnya web terjemahan di indonesia kebanyakan menerjemahkan webnovel atau lightnovel dengan genre harem, romance, ecchi, dan genre bejat lainnya yang tidak terlalu saya sukai sebab cerita novel dengan genre seperti itu rata rata sangat ampas dengan kelakukan karakter  utama yang bikin gregetan.

 

jikalau ada webnovel yang saya minati diterjemahkan ke bahasa indonesia pasti hanya sedkit chpater yang diterjemahkan karena selain kurang laku sebab lumayan banyak pembaca indonesia yang tidak suka webnovel tanpa genre harem, webnovel ini juga memiliki bahasa yang berat dan alur cerita yang tidak sederhana(cont : lord of the mysteries, the mysterious world under steampunk, warlock apprantiance)

 

jadi daripada menunggu dan pasrah entah sampai kapan saya mulai menerjemahkan webnovel yang saya minati namun jarang diterjemahakan ke bahasa indonesia, walau tampaknya kurang diminati sebab alur cerita yang anti mainstream namun saya tetap menyukai kegiatan ini sebab tidak hanya mendapatkan kepuasan dari reaksi pembaca saya juga senang dapat berbagi kegiatan dengan sesama penyuka webnovel.

Tidak hanya itu dengan menerjemahkan webnovel atau lightnovel saya dapat belajar bahasa inggris dan juga dapat membaca webnovel favorit saya lebih dahulu.

Saya juga dapat berkenalan denga  Pembaca webnovel di dunia internasional, bertukar pendapat, dan saling berbagai rekomendasi.

 

pelajaran yang dapat diambil dari kisah saya adalah kita harus bergerak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, jangan pasrah dengan keadaan.

 

sekian dan terima kasih

MPMB ch.2

 [Untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman, pengalaman penulis diperlukan.]

Setelah menulis di setengah halaman, dan meninjau aspek mendapatkan pengalaman, halaman-halaman itu dibalik dan kembali ke halaman aslinya. Dan untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman, penulis perlu meletakkan pengalamannya sendiri.

[Apa yang harus saya lakukan jika saya ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman?]

[Pengalaman yang ditulis oleh penulis akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengalaman.]

[Saya bisa mendapatkan pengalaman dengan menulis, kan?]

[Iya.]

[Jika pengalaman tertulis dibaca maka pengalaman dapat diperoleh?]

[Iya.]

[Tidak peduli pengalaman seperti apa yang tertulis?]

[Iya.]

Lee Jong-suk sedang melihat-lihat isi buku ketika ayahnya memasuki ruangan.

"Ibu pergi mandi."

Mendengarkan suara ayahnya Lee Jong-suk segera menutup buku itu.

"Baik!!"

Ayah menatapnya dan tersenyum sampai matanya tertuju pada buku yang tertutup keras.

“Saat remaja, aku juga sangat penasaran dan punya banyak buku.”

Kata sang ayah sambil membelai buku bersampul keras itu.

“Kadang-kadang bahkan buku referensi matematika tercakup seperti ini.”

Tersenyum pada kenangan lama yang muncul di benaknya, ayah dengan lembut membalik buku yang bersampul tebal itu.

"Ah! Aku mengerti."

“Tidak apa-apa, saat aku seusiamu… hmm?”

Ayah Lee Jong-suk tertawa saat keingintahuan dan keheranan muncul di wajahnya tentang buku bersampul tebal itu. Tapi tidak seperti pikirannya, buku itu ternyata kosong.

“Apakah ini buku yang digunakan seseorang untuk menulis buku harian?”

Kata ayah Lee Jong-suk dengan pemikiran itu dan menutup buku itu.

"Buku harian?"

“Bukankah ini buku untuk menulis diarimu?”

Mendengarkan kata-kata ayahnya, Lee Jong-suk membuka halaman pertama. Dan keheranan muncul di wajahnya.

Semua catatan yang dia tulis hilang.

"Hah?"

Lee Jong-suk melihat buku catatan itu sejenak dan menggelengkan kepalanya dengan tergesa-gesa.

“Bukan seperti itu. Dan lain kali Anda masuk ke kamarku, tolong panggil. Seperti katamu ayah, ini kamar seorang remaja laki-laki. "

"Ha! Baik. Baik. Saat aku seusiamu, aku juga seperti itu. "

Ayah keluar dari pintu dan menertawakan kata-kata dan tindakannya.

“Dan berhati-hatilah di sekitar ibumu. Jangan terlalu memikirkan kecanggungan, itu pasti akan hilang dalam beberapa hari. ”

"Ya! Aku tahu."

Setelah ayahnya pergi, Lee Jong-suk bangkit untuk melihat buku bersampul tebal, tidak, untuk melihat buku pengalaman.

Setelah mandi dan keluar ada kue beras dan tempura di meja.

“Tidak bisa menjual sisa makanan?”

Orang tua Lee Jong-suk memiliki toko makanan ringan kecil. Toko gubuk kecil berada tepat di bawah rumah mereka. Dan semua sisa makanan biasanya dijual sebagai jajanan, tapi ini biasanya melelahkan bagi mereka.

“Setelah menjual sisa, saya akan melanjutkan.”

Mendengarkan kata-kata ibunya, Lee Jong-suk menghela nafas panjang dan mengambil kue beras dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Begitu memasuki mulutnya, mata Lee Jong-suk bergetar.

"Rasanya ... tidak terlalu buruk."

Meskipun kue berasnya cukup hangat, sausnya agak pedas dan berantakan, secara keseluruhan agak aneh.

"Kemarin rasanya tidak terlalu buruk."

Berpikir tentang itu Lee Jong-suk meletakkan garpu di satu sisi dan melihat ke arah tong. Larasnya sedikit terbuka dan telah terisi penuh dengan saus merah yang baru. Lee Jong-suk sedikit mencicipinya dari jari-jarinya.

“Aku tidak tahu bagaimana mendapatkan lebih banyak pengalaman memasak. Bagaimana cara mendapatkan lebih dari 25 poin pengalaman? ”

Berpikir tentang itu Lee Jong-suk kembali ke kamarnya.

“Buku pengalaman….”

Lee Jong-suk pergi ke kamarnya sambil bergumam pada dirinya sendiri ketika dia mengingat kata-kata yang diucapkan ayahnya kepadanya.

“Buku harian untuk menulis pengalaman diriku… Apakah akan dihitung sebagai pengalamanku jika aku menuliskannya dalam formulir sebagai buku harian?”

Lee Jong-suk memikirkan pemikiran itu untuk beberapa saat.

“Sekalipun pengalaman itu biasa, pengalaman tetap diberikan. Lalu apakah pengalaman umum dapat ditulis bagaimana mendapatkan lebih banyak pengalaman? ”

Dengan pemikiran itu Lee Jong-suk melihat buku pengalaman untuk beberapa saat dan mengingat sesuatu dari beberapa waktu yang lalu.

Masih banyak pengalaman yang belum dia alami sendiri.

[Ketika saya masih muda saya biasa mendengar suara hantu di rumah pedesaan tempat kami dulu tinggal. Dari luar saya biasa mendengar seseorang memanggil "Jong-suk ah! Jong-suk ah! " Saya pergi untuk melihat sumber suara ini.

“Bahkan aku tidak tahu! Iya!"

Saya takut menjawab lagi jadi saya kembali ke kamar saya tetapi kemudian saya ingat sebuah cerita di mana seekor singa memanggil Anda tiga kali sebelum Anda pergi.

Saat itu saya hanya menjawab dua kali dan kembali ke kamar kalau tidak saya mungkin tidak akan selamat?]

[Pengalaman menarik telah ditulis. Anda telah menerima 2.500 poin pengalaman.]

Lee Jong-suk tertawa setelah melihat 2.500 poin pengalaman. Dia mendapat 100 kali lebih banyak dari apa yang dia dapatkan untuk pengalaman umum.

“Sepertinya aku bisa mendapatkan pengalaman untuk hal-hal yang sebenarnya tidak aku alami, jika aku bisa menuliskan lebih banyak pengalaman semacam ini. Lalu mungkin? "

Lee Jong-suk mengambil pensil dan menulis cerita lain.

[Ketika saya masih muda saya dibawa ke sebuah planet di selatan tempat tinggal manusia asing. Di tempat itu aku melihat elf, teman kurcaci yang tinggal bersama iblis…]

Lee Jong-suk menertawakan cerita yang dia tulis yang merupakan plot yang sangat umum dalam novel fantasi.

“Jika ini dihitung sebagai pengalaman maka aku tidak akan menulis pengalaman lagi yang berhubungan dengan dunia ini.”

Lee Jong-suk bergumam di dalam ketika matanya menangkap sesuatu.

[Anda hanya dapat menulis detail dari apa yang Anda alami.]

Postingan yang baru-baru ini ditulis Lee Jong-suk segera menghilang.

"Sial! Jadi hanya hal-hal yang aku alami yang akan memberiku poin pengalaman ya. "

Lee Jong-suk berbalik dan melihat ke pintu sambil memikirkan apa yang dikatakan buku pengalaman itu.

“Jika aku berbisnis dengan saus, maka kemungkinan besar akan membuat rumahku hancur, tapi aku tetap tidak keberatan”

Meski bisa merusak rumahnya, pikiran tentang orang tuanya begadang sepanjang malam membuatnya merasa tidak nyaman.

“Bahkan jika aku mendapatkan pengalaman memasak, aku tidak tahu saus apa yang harus dibuat untuk membantu mereka.”

Dengan pemikiran itu di benaknya, Lee Jong-suk menulis berikut ini dalam buku pengalamannya.

[Memasak, 2.000]

2.000 poin pengalaman yang dia gunakan, dia bermaksud menggunakannya untuk mengetahui lebih banyak tentang memasak. Sehingga…

Slirk!

Halaman buku telah dibalik dan posting baru dimulai.

[Saya pertama kali mulai memasak ketika saya mencapai usia 6 tahun. Hidangan pertama yang saya buat adalah sup jagung untuk ibu dan ayah saya. Meskipun hanya jagung dan air yang saya rebus dalam panci, itulah hidangan pertama yang pernah saya buat dan, ibu memakannya dengan mengatakan bahwa itu sangat enak.

Sekarang saya berpikir bahwa sup jagung sebenarnya kurang rasa. Saya menaruh jagung dan air dan merebusnya….]

….

“Jong-suk ah! Bangun!"

Suara nyaring ibunya membuat mata kosong Lee Jong-suk terbuka di pagi hari.

"Hmm."

Merintih sebentar Lee Jong-suk membuka matanya dan mulai bangun.

Crik! Crik!

Saat bangun tubuhnya membuat suara tulang retak.

“Euhk”

Tubuh Lee Jong-suk terasa seperti macet dan kaku saat keluar untuk menjawab suara ibunya yang sedang mendesaknya untuk melakukan sesuatu.

“Cepat cuci dirimu dan bersiaplah pergi ke sekolah.”

"Iya."

Setelah mandi untuk pergi ke sekolah, Lee Jong-suk mulai mengemasi tas sekolahnya dengan buku-buku di meja ketika dia melihat buku pengalaman.

[Mendapatkan 2.000 pengalaman memasak.]

[Pengalaman memasak rasa mutlak telah diterima.]

[Pengalaman memasak untuk diadaptasi dan diatur telah diterima.]

[Pisau dapur pengalaman memasak telah diterima.]

Dia melihat apa yang dia tulis kemarin dan membaca teks di bawah tulisannya yang menunjukkan bahwa dia telah menerima pengalaman dan bahwa dia juga mencapai cita rasa dan adaptasi / set yang mutlak.

Hampir subuh ketika dia benar-benar membaca buku dan dia sangat lelah sehingga dia tidur dan mulai bermimpi.

Isi mimpinya adalah kisah tentang seorang koki yang membaca postingannya. Dan sup jagung mendidih, dan membuat makanan.

Mimpi itu begitu jelas sehingga dia merasa seperti benar-benar melakukannya. Setelah beberapa saat Lee Jong-suk mendengar suara ibunya.

“Jong-suk ah! Makan nasi lalu berangkat sekolah. ”

"Tentu!"

Menjawab Lee Jong-suk dengan keras dan meninggalkan buku pengalaman di kamar dan keluar. Dia keluar dari kamar dan pergi makan nasi ketika dia melihat ayahnya sedang makan.

"Kamu di sini. Datang dan makan nasi. "

Setelah mendengarkan kata-kata ayahnya, Lee Jong-suk duduk sambil menguap dan mulai makan sup tauge.

“Hmm…?”

Setelah meminum sesendok sup, ekspresi aneh muncul di wajah Lee Jong-suk.

“Rasanya adalah…”

Rasanya aneh. Seolah rasanya tidak cocok satu sama lain…

“Ayah, bukankah ini terasa sedikit aneh?”

“Rasanya seperti biasa. Mengapa?"

Setelah mengatakan itu tidak aneh ayahnya makan satu sendok sup lagi, melihat ini Lee Jong-suk juga memiliki satu sendok sup lagi.

Ini benar-benar aneh.

Mendengarkan kata-kata Lee Jong-suk, ayahnya memandang ibunya di dapur dan berkata dengan lembut.

“Saat ibumu frustrasi, dia menjadi menakutkan. Jadi makan saja. ”

Setelah mendengar kata-kata ayahnya, Lee Jong-suk melihat sup itu sejenak dan memikirkan sesuatu dan segera menambahkan garam ke supnya.

Dan mulai mengocok sendoknya karena ada sesuatu yang terjadi di benaknya.

“Bu, apakah kita memiliki minyak zaitun di rumah kita?”

“Minyak zaitun di rumah ini? Tidak, tapi kenapa? ”

"Tidak ada."

Tidak tahu apakah itu karena minyak goreng dibuat di rumah, tetapi minyak zaitun tidak ada hubungannya dengan itu. Dia mengambil satu sendok sup lagi dan menganggukkan kepalanya.

"Sedikit lebih baik."

Lee Jong-suk menambahkan sedikit garam ke dalam mangkuk sup ayahnya juga.

“Saya baik-baik saja dengan itu…. Oh? Ini enak!"

Karena menambahkan sedikit garam dan mengubah rasa hidangan, ayah Lee Jong-suk menatapnya.

“Putra kami telah menjadi koki.”

“Yang aku lakukan hanyalah menambahkan sedikit sesuatu.”

Sambil makan supnya, Lee Jong-suk melihat ke arah kamarnya

'Pengalaman memasak ……. Mungkinkah karena itu? '

Dan berpikir bahwa dia tidak pernah tahu rasa minyak zaitun dan juga menambahkannya sedikit ke dalam sup tauge semakin aneh karena dia terus berpikir.

Setelah menyelesaikan sup, Lee Jong-suk meletakkan sendoknya dan bangkit dan pergi ke saus yang dibuat ayahnya kemarin.

Melihat wajah Lee Jong-suk yang mendekati saus yang dikatakan ayah Lee Jong-suk.

Itu juga gagal.

"Gagal?"

“Itu terlalu biasa. 'Wow! seperti rasa Restoran! ' Saya ingin membuat sebuah saus seperti itu tapi….

. ”

Setelah mendengar kata-kata ini dari ayahnya, Lee Jong-suk mengambil sedikit saus di jarinya dan mencicipinya.

'Ada sedikit kekurangan rasa pedas dan sedikit rasa manis. Dan juga… ada yang terasa menyegarkan… Bahan yang belum dimasak sebaiknya diberi rasa manis, sayang… jika ditambahkan manisnya akan tinggi. Kemudian jika kita menambahkan yeot maka tingkat kemanisannya mungkin benar. Dan warna kue beras pedasnya juga akan cerah. '

 

Baik ayah dan ibunya sedang melihat Lee Jong-suk yang menambahkan bahan yang kurang dalam sausnya.

 

Dua orang yang sebelumnya menonton televisi dan makan nasi di ruang aula sekarang menyaksikan Lee Jong-suk mengeluarkan bubuk cabai merah dan sirup jagung dan mulai menambahkannya ke dalam panci saus.

 

'Bagaimana aku bisa memasak ini?'

 

Memikirkannya sejenak Lee Jong-suk membeli lobak yang tergeletak di beranda di sebelah dapur dan mulai memotongnya.

 

Kulit lobak dikupas dengan sangat cepat di tangan Lee Jong-suk. Dan dia juga mulai mencabik-cabiknya dengan sangat cepat.

 

“Jong-suk ah! Apa yang kamu lakukan di dapur! ”

 

“Hmm, tunggu sebentar”

 

Sementara dengan cepat memotong lobak, sedikit pesona muncul di wajah Lee Jong-suk.

 

“Apakah semudah ini membuat lobak?”

 

Ketika Lee Jong-suk sendirian, yang dia lakukan hanyalah mengiris sepotong kimchi. Tapi sekarang tangan yang sama sedang memegang pisau dan dengan cepat mengupas serta memotong lobak.

<sebelum> index